惑星(わくせい、wakusei)
- planet
Romaji:
Jepang:
Kana:
WAKUSEI
惑星
わくせい
惑星 (わくせい, romaji: wakusei) berarti "planet" dalam bahasa Jepang. Ini adalah kata jenis Kata Benda pada level N1 Low.
| Meaning: | planet |
| Level: | N1 Low |
| Lexical Category: | Kata Benda (名詞) |
Tag
Gambar Kata
Kanji Terkait
Penjelasan AI
惑星 adalah kata bahasa Jepang yang berarti "planet" dalam bahasa Indonesia. Kata ini merujuk pada benda langit yang mengorbit bintang, seperti Matahari, dan memiliki massa yang cukup untuk gravitasi dirinya sendiri membentuk bentuk bulat atau hampir bulat, serta telah membersihkan lingkungan orbitnya dari benda-benda lain yang signifikan.
⚫︎ 地球は太陽系の惑星の一つです。 Terjemahan: Bumi adalah salah satu planet dalam tata surya. ⚫︎ 火星は赤色の惑星です。 Terjemahan: Mars adalah planet berwarna merah. ⚫︎ 宇宙飛行士は他の惑星を探検する。 Terjemahan: Astronot menjelajahi planet lain.
Kata 惑星 digunakan dalam percakapan atau tulisan untuk merujuk pada planet-planet di tata surya atau planet lain di alam semesta. Kata ini digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari percakapan sehari-hari tentang astronomi hingga laporan ilmiah. Penggunaannya biasanya jelas dan tidak ambigu, mengacu pada benda langit yang memenuhi definisi planet.
Kata 惑星 ditulis menggunakan kanji 惑星. Cara penulisannya hanya ada satu, yaitu menggunakan kanji. Pembacaannya adalah わくせい dalam hiragana. Tidak ada variasi dalam penggunaan okurigana.
Tidak ada sinonim langsung untuk kata 惑星. Kata lain yang berkaitan, tetapi bukan sinonim, adalah: ⚫︎ 星 (hoshi): Bintang atau benda langit secara umum. ⚫︎ 天体 (tentai): Benda langit.
Tidak ada antonim langsung untuk kata 惑星.
金星は美しい惑星として知られています。 ・Terjemahan: Venus dikenal sebagai planet yang indah. ・Penjelasan: Kalimat ini menggunakan 惑星 untuk merujuk pada Venus.
科学者は新しい惑星を発見しました。 ・Terjemahan: Para ilmuwan menemukan planet baru. ・Penjelasan: Kalimat ini menggunakan 惑星 untuk mengacu pada planet baru yang ditemukan.
Kata 惑星 berasal dari kombinasi dua kanji: 惑 (waku) yang berarti "bingung" atau "tersesat", dan 星 (sei) yang berarti "bintang". Pemilihan kata ini mencerminkan bagaimana planet-planet, dari perspektif pengamat di Bumi, tampak "tersesat" atau bergerak secara tidak teratur di antara bintang-bintang yang tetap.