鰹節(かつおぶし、katsuobushi)
- katsuobushi
Romaji:
Jepang:
Kana:
KATSUOBUSHI
鰹節
かつおぶし
鰹節 (かつおぶし, romaji: katsuobushi) berarti "katsuobushi" dalam bahasa Jepang. Ini adalah kata jenis Kata Benda pada level N1 Low.
| Meaning: | katsuobushi |
| Level: | N1 Low |
| Lexical Category: | Kata Benda (名詞) |
Gambar Kata
Kanji Terkait
Penjelasan AI
鰹節 adalah bahan makanan tradisional Jepang yang dibuat dari ikan cakalang yang difermentasi, dikeringkan, dan diasapi. 鰹節 biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat kaldu dashi, yang merupakan kaldu dasar dalam banyak masakan Jepang. 鰹節 memiliki rasa umami yang kuat, gurih, dan sedikit rasa smoky. Proses pembuatannya yang unik memberikan tekstur yang keras dan tahan lama.
⚫︎鰹節を削って、出汁を取ります。 ⚫︎Terjemahan: Saya akan menyerut 鰹節 dan membuat dashi. ⚫︎このお味噌汁には、鰹節の風味がよく出ています。 ⚫︎Terjemahan: Sup miso ini memiliki rasa 鰹節 yang sangat baik.
• 鰹節 biasanya digunakan dalam masakan Jepang untuk memberikan rasa umami dan aroma smoky. • Digunakan dalam bentuk serut (tipis) untuk ditaburkan di atas makanan seperti okonomiyaki, takoyaki, dan nasi. • Juga digunakan untuk membuat kaldu dashi, yang menjadi dasar berbagai saus dan sup. • Dalam percakapan, menyebutkan 鰹節 sering kali berhubungan dengan kegiatan memasak atau makanan Jepang.
• Ditulis dengan kanji 鰹節. • Bacaan (hiragana): かつおぶし. • Tidak ada cara lain untuk menuliskan kata ini. Okurigana pada kata ini tetap sama.
Tidak ada sinonim langsung untuk 鰹節. Namun, istilah lain yang terkait dengan penggunaan 鰹節 termasuk: • 出汁(dashi): Kaldu yang dibuat dari 鰹節 atau bahan lainnya. • 削り節(kezuribushi): 鰹節 yang sudah diiris/diserut.
Tidak ada antonim langsung untuk 鰹節.
お好み焼きに鰹節をたっぷりかけて食べましょう。 • Terjemahan: Mari kita makan okonomiyaki dengan banyak 鰹節 di atasnya. • Penjelasan: Kalimat ini menunjukkan penggunaan 鰹節 sebagai topping untuk makanan.
鰹節の香りが食欲をそそりますね。 • Terjemahan: Aroma 鰹節 menggugah selera ya. • Penjelasan: Kalimat ini menggambarkan aroma khas 鰹節 yang seringkali dikaitkan dengan hidangan lezat.
Asal-usul 鰹節 dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno di Jepang. Awalnya, ikan cakalang dikeringkan dan diasinkan untuk mengawetkannya. Seiring waktu, proses fermentasi, pengasapan, dan pengeringan dikembangkan untuk menciptakan produk yang lebih tahan lama dan memiliki rasa yang lebih kompleks. Proses ini terus disempurnakan hingga menjadi seperti yang kita kenal sekarang.