甥(おい、oi)
- keponakan laki-laki
Romaji:
Jepang:
Kana:
OI
甥
おい
甥 (おい, romaji: oi) berarti "keponakan laki-laki" dalam bahasa Jepang. Ini adalah kata jenis Kata Benda pada level N2 High.
| Meaning: | keponakan laki-laki |
| Level: | N2 High |
| Lexical Category: | Kata Benda (名詞) |
Gambar Kata
Kanji Terkait
Penjelasan AI
甥 berarti "keponakan laki-laki". Kata ini digunakan untuk menyebut anak laki-laki dari saudara laki-laki atau perempuan seseorang. Ini adalah istilah yang spesifik untuk hubungan keluarga.
⚫︎私の甥は元気です。 Translation: Keponakan laki-laki saya sehat. ⚫︎彼の甥はサッカーが好きです。 Translation: Keponakan laki-laki dia suka sepak bola.
⚫︎ Kata 甥 digunakan saat berbicara tentang keponakan laki-laki Anda sendiri atau keponakan laki-laki orang lain. ⚫︎ Biasanya digunakan dalam percakapan informal atau formal, tergantung pada konteksnya. ⚫︎ Dalam percakapan, Anda dapat menggunakan kata ini untuk menjelaskan hubungan keluarga atau berbicara tentang aktivitas atau hal-hal lain yang berkaitan dengan keponakan laki-laki.
⚫︎ Kata 甥 ditulis dengan kanji 甥. ⚫︎ Cara membaca (読み方: yomikata) adalah おい dalam hiragana. ⚫︎ Tidak ada variasi okurigana untuk kata ini.
Tidak ada sinonim langsung untuk 甥 karena kata ini spesifik untuk hubungan keluarga. Namun, tergantung pada konteksnya, Anda bisa menggunakan frasa yang lebih deskriptif seperti "keponakan laki-laki saya" atau nama keponakan tersebut.
Tidak ada antonim langsung untuk 甥 karena ini adalah istilah spesifik hubungan keluarga. Antonimnya bisa berupa istilah untuk kerabat lain, seperti 姪(めい)— keponakan perempuan.
私の甥はもう高校生です。 ・Terjemahan: Keponakan laki-laki saya sudah menjadi siswa SMA. ・Penjelasan: Kalimat ini memberikan informasi tentang usia keponakan laki-laki pembicara.
彼の甥はとても賢いです。 ・Terjemahan: Keponakan laki-laki dia sangat pintar. ・Penjelasan: Kalimat ini menggambarkan sifat keponakan laki-laki.
Asal usul kata 甥 berasal dari bahasa Jepang Kuno, yang secara tradisional digunakan untuk mengidentifikasi hubungan dalam keluarga. Kanji 甥 sendiri, secara harfiah berarti “keponakan laki-laki”.