湿布(しっぷ、shiっpu)
- kompres
Romaji:
Jepang:
Kana:
SHIPPU
湿布
しっぷぷ
湿布 (しっぷ, romaji: shiっpu) berarti "kompres" dalam bahasa Jepang. Ini adalah kata jenis Kata Benda pada level N3 High.
| Meaning: | kompres |
| Level: | N3 High |
| Lexical Category: | Kata Benda (名詞) |
Gambar Kata
Kanji Terkait
Penjelasan AI
湿布 (shippu) dalam bahasa Jepang merujuk pada koyo atau plester yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada otot atau persendian. 湿布 ini biasanya mengandung bahan-bahan seperti obat anti-inflamasi atau penghilang rasa sakit. Tujuannya adalah untuk memberikan efek pendinginan atau pemanasan dan meredakan nyeri.
⚫︎足首を捻挫して、湿布を貼りました。 Translation: Kaki saya terkilir, jadi saya menempelkan koyo. ⚫︎肩が凝るので、湿布を貼って寝ます。 Translation: Bahu saya terasa kaku, jadi saya akan menempelkan koyo dan tidur. ⚫︎湿布は、痛みを和らげるのに役立ちます。 Translation: Koyo membantu meringankan rasa sakit.
⚫︎ 湿布 biasanya digunakan saat seseorang mengalami nyeri otot, keseleo, atau cedera ringan lainnya. ⚫︎ Penggunaannya biasanya dengan menempelkan 湿布 langsung pada area yang sakit. ⚫︎ Dalam percakapan, Anda dapat bertanya atau memberitahukan tentang penggunaan 湿布 ketika membicarakan masalah kesehatan atau cedera.
⚫︎ Ditulis dengan kanji 湿布. ⚫︎ Hiragana untuk membaca adalah しっぷ (shippu). ⚫︎ Tidak ada variasi dalam okurigana.
Tidak ada sinonim langsung yang setara dalam bahasa Jepang untuk konsep 湿布, tetapi Anda dapat menggunakan istilah yang lebih deskriptif seperti: ⚫︎ 貼り薬 (harigusuuri) - obat tempel ⚫︎ 鎮痛剤 (chintsuuzai) - obat pereda nyeri.
Tidak ada antonim langsung untuk 湿布.
運動の後、筋肉痛がひどいので、湿布を貼りました。 ・Terjemahan: Setelah berolahraga, karena nyeri otot saya parah, saya menempelkan koyo. ・Penjelasan: Kalimat ini menjelaskan penggunaan 湿布 untuk mengatasi nyeri otot setelah berolahraga.
熱がある時は、湿布を使わないでください。 ・Terjemahan: Jangan gunakan koyo saat demam. ・Penjelasan: Kalimat ini memberikan peringatan tentang penggunaan 湿布.
Kata 湿布 berasal dari kata 湿 (shitsu), yang berarti "lembab" atau "basah", dan 布 (fu), yang berarti "kain". Awalnya, 湿布 mengacu pada kain yang dibasahi dengan obat dan ditempelkan pada tubuh untuk tujuan pengobatan. Seiring waktu, konsep ini berkembang menjadi koyo modern yang kita kenal sekarang.